Remaja 19 Tahun Selalu Tutupi Jerawat Parahnya dengan Makeup Tebal, Tak Mau Pacaran karena Takut

Remaja 19 Tahun Selalu Tutupi Jerawat Parahnya dengan Makeup Tebal, Tak Mau Pacaran karena Takut

Cerita Diangkat dari Novel Best Selling 5 Fakta Menarik Film Dignitate yang wajib Kamu Ketahui
Bukayo Saka Resmi Perpanjang Masa Bakti Bersama Arsenal
Permainannya Setipe dengan Fernando Torres Timo Werner Gabung Chelsea Hargreaves

Remaja 19 tahun selalu menutupi wajahnya yang penuh jerawat dengan makeup tebal, tak mau berpacaran karena takut. Remaja 19 tahun bernama Abigail Collins, menghabiskan waktu dua jam hanya untuk mengoleskan concelar dan foundation untuk menutupi jerawat pada wajahnya. Abigail telah mengalami masalah kulit berjerawat sejak usianya 10 tahun.

Namun setelah bertahun tahun menutupinya, Abigail berkata kuliah membuatnya percaya diri keluar rumah tanpa makeup. Akan tetapi, kehidupan asmaranya terganggu, Abigail merasa takut dan tak percaya diri. Seperti yang dilansir oleh Daily Mail, Abigail berkata dirinya selalu menjauhi hal hal yang berhubungan dengan percintaan.

Ia tak ingin dirinya disebut "penipu" karena tidak jujur tentang bagaimana penampilan aslinya. Abigail mulai menyadari masalah kulitnya saat ia memasuki masa pubertas. Permasalahan wajahnya makin memburuk hingga tahun 2014 Abigail harus berurusan dengan jerawat kistik.

"Sekitar 5 tahun lalu, itulah saat saat terburuk bagi kulitku," ungkap Abigail. "Aku memiliki jerawat dan bahkan muncul titik baru setiap harinya." Abigail sering terlambat ke sekolah karena ia butuh waktu 2 jam untuk mengenakan makeup, berusaha sebaik mungkin menutupi jerawatnya.

Di sekolah, Abigail merasa berbeda karena tak ada remaja yang mengalami masalah yang sama dengannya. Ia sering malas ke sekolah hanya karena ia merasa jelek. Abigail juga harus menahan kejamnya perlakukan teman teman yang mengejeknya karena memiliki wajah penuh jerawat.

"Aku dibully bertahun tahun karena wajahku." Meski memiliki teman dekat yang mendukungnya, Abigail seringkali merasa sendiri. Abigail juga menghindari berpacaran karena ia tidak ingin orang orang berpikir ia menyembunyikan penampilan aslinya.

Remaja asal Glasgow, Skotlandia ini telah mencoba berbagai macam perawatan dan obat, tetapi tak ada yang berhasil. Makeup menjadi satu satunya solusi menutupi wajah berjerawatnya, meski hanya sementara. Saat pertama kali pindah dan berkuliah di University of West of Scotland, Abigail sering bolos hanya karena ia takut keluar rumah.

Namun di tahun keduanya, Abigail mulai sadar bahwa tak ada seorang pun yang mempermasalahkan kulitnya. Perlahan lahan ia mulai berani menipiskan makeupnya hingga sepenuhnya keluar rumah tanpa makeup. Abigail menjelaskan:

"Aku sadar tak ada orang di sekitarku yang sadar permasalahan kulitku." "Selain itu, menjadi mahasiswa membuatku sibuk hingga perlahan aku mengurangi rutinitas makeup." Abigail kemudian membuat akun Instagram @abis_acne sebagai tempat membagikan perjalanannya memiliki masalah kulit yang parah.

Abigail kini dengan bangga menunjukkan jerawatnya dan percaya bahwa jerawat tidak mempengaruhi hidupnya. "Keluar rumah tanpa makeup tak membuatku khawatir lagi sekarang," ucapnya. "Instagram sangat membantuku karena aku bisa melihat ada banyak orang lain yang seperti diriku sehingga aku tak merasa sendirian."

"Menyenangkan bisa berbagi bersama oranga orang yang mengalami permasalahan serupa."

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0