Beraksi Pakai Pelajar Ditangkap Polisi Kelompok Penipuan Manfaatkan Subsidi Pemerintah Jepang

Beraksi Pakai Pelajar Ditangkap Polisi Kelompok Penipuan Manfaatkan Subsidi Pemerintah Jepang

Minatoku & Setagayaku di Jepang Paling Banyak Korban Terinfeksi Covid-19 Shinjuku
Mahasiswi Hamil Dipukul Pacarnya Karena Minta Pertanggungjawaban
Begini Kisah Kesetiaan Anjing Bernama Leo/BonBon yang Meluluhkan Hati Jutaan Orang di Thailand

Kelompok penipuan kemungkinan dijalankan kalangan mafia Jepang (yakuza) mulai merajalela di Jepang, memanfaatkan pelajar di Jepang untuk mengajukan subsidi lalu uangnya dibagi ke kalangan yakuza tersebut. Setelah ditangkap polisi, mahasiswa tersebut mengakui dan merasa takut langsung menjelaskan semua kepada polisi bahwa dia disuruh kalangan penipu (yakuza). "Banyak dokumen mencurigakan ditemukan dalam proses konfirmasi konten aplikasi setelah pembayaran manfaat," tambahnya.

Kebanyakan orang yang mengakui ketidakadilan mengatakan bahwa mereka melakukannya dengan santai saja berkat bantuan petunjuk kalangan kelompok penipu. Badan tersebut menangkap keberadaan situs di Internet yang melakukan aplikasi penipuan. Penerima yang tidak berwenang sering kali memberikan sebagian dari manfaat sebagai imbalan sesuai dengan instruksi direktur dari kelompok penipu.

Setelah deteksi pertama oleh polisi perfektur di Jepang, beberapa penerima ilegal melapor ke polisi di berbagai tempat. Karena jumlah pertanyaan dari lembaga investigasi telah meningkat, call center dari badan yang memproses subsidi tersebut melaporkan ke polisi adanya beberapa orang telah membuat aplikasi yang mencurigakan. Tampaknya ada keterlibatan sistematis dari kelompok penipuan di balik layar. "Informasi secara bertahap dikumpulkan, dan penipuan terorganisir mulai terlihat. Saya pikir jumlah serangan akan semakin meningkat di masa depan."

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: [email protected] Buku "Rahasia Ninja di Jepang" terbit 1 September 2020.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0