7 Kota di Bawah Air dengan Pemandangan yang Luar Biasa

7 Kota di Bawah Air dengan Pemandangan yang Luar Biasa

Destinasi Lamongan Siap Memanjakan Pemudik
9 Negara yang Jadi Tujuan Wisata Ini Ternyata Rawan Copet, Mana Saja?
10 Tempat Wisata di Bandung yang Sudah Buka saat Era New Normal

Tak banyak orang yang tahu, di dunia ini ada beberapa kota yang terletak di bawah air. Sebagian orang mungkin berpikiran jika Kota fiksi Atlantis dan Kota Mesir Kuno Alexandria merupakan kota bawah air. Tapi tahukah kamu, memang ada kota di bawah air?

Tak hanya lokasinya saja yang berada di bawah air, tetapi kota kota tersebut juga memiliki pemandangan yang luar biasa. Di bawah perairan Danau Qiandao di China, ada reruntuhan kota kota yang dulunya merupakan bagian dari dua wilayah yang disebut Chun’an dan Sui’an. Menurut National Geographic, Kota kota itu tenggelam pada tahun 1957 ketika pemerintah pada saat itu memutuskan untuk membangun pembangkit listrik tenaga air di daerah tersebut.

Saat ini Shincheng dikenal sebagai tempat wisata di bawah air dan Danau Kepulauan Seribu. Menurut pejabat lokal dari Hangzhou, Shincheng setara dengan Machu Picchu. “Jika kami menurunkan ketinggian air sekitar 30 meter, anda tidak hanya bisa melihat kota yang tenggelam, Shicheng. Perlu diketahui jika Shicheng ini memiliki luas yang setara dengan Machu Picchu,”kata pejabat lokal tesebut.

Di bawah air, pengunjung bisa melihat pintu gerbang ke Kota Shicheng lengkap dengan patung patung makhluk mitologi yang diukir di bangunan sejak Dinasti Qing. Berbeda dari kota di bawah laut lainnya, Kalyazin di Rusia memiliki Menara tempat lonceng gantung yang berada di permukaan air. Menurut sejarah, Kota Kalyazin berhenti menjadi pusat komersial setelah revolusi 1917.

Dan pada 1940, sebagian Kota Kalyazin terendam air karena pembangunan reservoir Uglich dan penduduknya dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi. Di wilayah Osona di Catalonia, ada sebuah desa bernama San Roma de Sau yan seluruh wilayahnya terendam air. Desa itu awalnya memiliki bangunan seperti rumah, jembatan dan gereja Romawi.

Pengunjung bisa melihat Menara lonceng Gereja San Roma de Sau di permukaan air ketika air surut. Selama air surut, pengunjung bisa melihat bangunan Sant Roma de Sau di Spanyol. Di Huesca, Spanyol ada sebuah desa yang terendam air karena pembangunan reservoir yakni Desa Mediano.

Desa Mediano tenggelam pada 1969 akibat reservoir yang dibangun di daerah tersebut. Meskipun kondisi ini tidak dipublikasi pada waktu itu, penduduk desa yang bermukim di Mediano harus meninggalkan rumah mereka ketika banjir terjadi. Semua bangunan di Mediano tenggelam di bawah air kecuali Menara lonceng gereja abad ke 17 ini yang masih terlihat di atas permukaan air waduk Mediano.

Sebagai satu daerah tertua di Jamaika, Port Royal merupakan kota yang tenggelam di bawah laut. Port Royal merupakan tempat favorit di kalangan perompak dan penjahat yang dikenal sebagai ‘Kota paling jahat di dunia’ dan ‘Sodom dunia baru’. Port Royal tenggelam akibat tsunami yang terjadi pada 1962.

Ada sekitar 10 desa di Kanada yang dijuluki ‘Desa yang hilang’, di mana semuanya merupakan bekas daerah Cornwall dan Osnabruck di Ontario. Ke dua daerah ini tenggelam setelah pembangunan saluran air pada 1958. Hingga saat ini, masih ada trotoar dan bangunan yang terlihat di beberapa area di atas permukaan air.

Sebuah museum pun dibangun sebagai didedikasikan untuk desa desa yang terendam di Ontario, Kanada. Pavlopetri dianggap sebagai kota bawah laut tertua dalam sejarah yang terletak di pantai selatan Lakonia di Yunani. Kota ini terendam akibat banjir yang terjadi sekitar 5.000 tahun yang lalu.

Dan pada 1967, Kota Pavlopetri ditemukan dan menjadi situs arkeologi bernilai tinggi. Di mana kota ini masih lengkap dengan jalanan, bangunan, taman makan dan kompleks keagamaan.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0